[Kom-Geek: Tren dan Tantangan Ekosistem Startup Tanah Air Tahun 2017 menurut CMO GDP Venture]

 

Setiap tahunnya, ekosistem startup di tanah air selalu melihat kemunculan tren baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Seperti perkembangan transportasi online di tahun 2015 serta kian mencuatnya startup fintech di tahun 2016. Menurut Danny Oei Wirianto, CMO GDP Venture, fenomena serupa pun akan terjadi pada tahun 2017 ini.

“Di tahun ini, saya melihat ada tiga bisnis startup yang punya potensi untuk berkembang pesat, yaitu e-commerce yang menyasar pasar spesifik, perusahaan yang memanfaatkan teknologi GPS untuk menghadirkan layanan di sebuah wilayah tertentu, serta perusahaan yang bergerak di bidang big data,” jelas Danny di sela-sela acara Global Mobile App Summit & Awards (GMASA) yang berlangsung pada tanggal 26 Januari 2017 ini.

Adapun ketika ditanya tentang perkembangan Virtual Reality (VR), Danny mengatakan kalau ia tidak melihat teknologi tersebut akan menjadi begitu populer pada tahun ini. Keharusan penggunaan perangkat tertentu untuk VR dinilai bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Meski begitu, Danny berpendapat kalau VR akan tetap berkembang di beberapa industri spesifik, seperti kesehatan dan game.
• Indonesia butuh startup yang sanggup bertahan

Secara umum, Danny melihat kalau ekosistem startup di Indonesia semakin matang dari tahun ke tahun. Meski begitu, butuh waktu yang cukup lama dan banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum Indonesia bisa mencapai kualitas yang setara dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Cina, dan India.

“Ketika membangun Blibli, kami pun sadar kalau kami akan berdarah-darah selama beberapa tahun. Namun menurut kami, yang terpenting adalah kami tetap bisa bertahan menghadapi masa sulit tersebut,” tutur Danny.

Itulah mengapa Danny berpendapat kalau program-program seperti 1.000 Startup Digital seharusnya tidak hanya mengajarkan cara membuat startup. Ia justru berharap agar program tersebut lebih fokus mengajarkan bagaimana cara membangun startup yang mampu mempertahankan bisnis secara berkelanjutan.
• Bagaimana GDP Venture mengatasi masalah sumber daya manusia?

Beberapa founder startup di tanah air mengaku kalau mereka mengalami hambatan ketika mencari sumber daya manusia yang berkualitas. Beberapa dari mereka akhirnya memutuskan untuk merekrut pekerja yang berkualitas dari negara lain, seperti India.

“Harus diakui kalau sumber daya manusia Indonesia punya keterbatasan dalam hal kemampuan dan disiplin. Saya berharap dengan banyaknya pekerja asing yang datang, mereka akan merasa khawatir dan kemudian bekerja keras agar menjadi lebih baik,” tutur Danny.

Menurut Danny, ia sendiri tidak ingin mengikuti strategi merekrut pekerja asing seperti yang dilakukan pihak lain. Ia justru memilih untuk mencari orang Indonesia yang tengah bekerja di luar negeri untuk kembali ke tanah air. Demi mewujudkan hal tersebut, ia bahkan tak segan-segan untuk memberikan gaji yang tinggi.

Source : https://id.techinasia.com/tren-dan-tantangan-ekosistem-startup-lokal-menurut-cmo-gdp-venture

====================
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himalkom) IPB
CP: Ado (0877-4264-5033)
Add LINE@ Himalkom: @xmy8224x
Facebook: fb.com/himalkom
Twitter/IG: @HimalkomIPB
Web: himalkom.cs.ipb.ac.id