Peredaran berita hoax di dunia maya semakin banyak. Beberapa platform seperti Facebook dan WhatsApp telah menciptakan tool khusus untuk menangkal beredarnya hoax atau berita bohong.

Peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory dan Computing Research Institute Qatar tengah mengembangkan cara serupa untuk membendung berita bohong memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI. Hanya saja, sistem ini bisa digunakan lebih luas, tidak hanya di platform tertentu. AI memakai teknologi machine learning untuk menakar kualitas sumber berita.

Caranya adalah dengan menelaah artikel-artikel dari situs sumber berita untuk menilai akurasi dan biasnya. Selain itu,, sang AI fokus kepada bahasa yang digunakan dalam artikel.

Pembuat berita bohong biasanya cenderung memakai kata-kata yang hiperbolik seperti “konspirasi” atau “ekstrim”. Sebanyak 2.000 artikel dari situs pengecek fakta Media Bias/Fact Check dipakai untuk “melatih” AI agar bisa mengenali gaya bahasa artikel hoax. Begitu juga dengan alamat URL situs berita yang ikut ditimbang oleh sang AI. Alamat situs pengedar berita bohong biasanya lebih rumit dibandingkan situs yang terpercaya.

Sayangnya, sistem pendeteksi hoaks berbasis AI ini belum siap digunakan. Efektivitasnya dalam mendeteksi akurasi baru 65%, sementara bias baru bisa dideteksi sebanyak 75%. Dan sementara ini, klarifikasi masih membutuhkan manusia, tetapi bisa jadi itu diambil alih juga oleh AI.

Wah, gimana tanggapan Ilkomerz tentang AI penangkal hoax ini?

sumber : kompas.com

====================
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himalkom) IPB
CP: Arga Putra Panatagama (081282089121)
Add LINE@ Himalkom: @xmy8224x
Facebook: fb.com/himalkom
Twitter/IG: @HimalkomIPB
Web: himalkom.cs.ipb.ac.id

Categories: Komgeek