Halo Ilkomerz!

Tulisan ini dibuat untuk menjelaskan proses pengajuan pendanaan kompetitif ke Direktorat Kemahasiswaan. Jadi Ilkomerz cukup mengikuti alur dan format yang telah ditentukan.

Pertama: Pembuatan Proposal Pengajuan Dana

Pertama, rekan-rekan Ilkomerz membuat terlebih dahulu proposal pengajuan pendanaan. Proposal ini harus mencakup kegiatan yang diikuti dan identitas penyelenggara, karya yang diajukan (jika berupa perlombaan karya), serta anggaran yang dibutuhkan. Siapkan juga bukti-bukti pengumuman dalam bentuk surat atau halaman web sebagai lampiran. Contoh proposal ada di bawah ini, namun format dan template dapat disesuaikan sesuai dengan karakteristik lomba yang diikuti.

Contoh Proposal Pengajuan Dana.

Kedua: Surat Pengantar ke Direktorat Kemahasiswaan

Setelah proposal jadi, rekan-rekan siapkan juga surat pengantar dari Fakultas ke Direktorat Kemahasiswaan. Bersama dengan proposal, kedua dokumen ini harus ditandatangani oleh ketua kelompok atau ketua kontingen (jika lebih dari satu kelompok), pembimbing atau Komisi Kemahasiswaan dan Disiplin, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Direktur Kemahasiswaan. Setelah keduanya disahkan oleh ketua kelompok dan Komisi Kemahasiswaan dan Disiplin, rekan-rekan dapat pergi ke loket Dekanat untuk meminta kop surat yang digunakan di surat pengantar. Contoh surat pengantar ada di bawah ini.

Contoh Surat Pengantar ke Direktorat Kemahasiswaan

Ketiga: Submit Surat Pengantar dan Proposal ke Direktorat Kemahasiswaan

Setelah pengesahan dari Fakultas selesai, selanjutnya rekan-rekan dapat mensubmit kedua dokumen tersebut ke loket Direktorat Kemahasiswaan. Sampai turunnya pendanaan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Besarnya dana yang diberikan akan tergantung pada jenis lomba yang diikuti dan diputuskan oleh Direktur Kemahasiswaan.

Keempat: Pelaksanaan Perlombaan

Nah, sekarang saatnya fokus melakukan perlombaan. Jangan lupa simpan seluruh bukti-bukti pengeluaran selama perlombaan. Jika naik pesawat atau kereta api, boarding pass wajib disimpan.

Kelima: Laporan Pertanggung Jawaban

Terakhir, buat laporan pertanggung jawaban. Laporan ini bentuknya mirip dengan proposal, namun ditambahkan dengan hasil kegiatan dan bukti-bukti pengeluaran sesuai dengan contoh ada di bawah ini.

Contoh Laporan Pertanggung Jawaban

 

Jadi begitulah proses pengajuan pendaanaan yang saat ini berlaku di Institut Pertanian Bogor. Walaupun ribet dan kadang membutuhkan waktu lama, jangan lengah diurus ya proposalnya. Selamat berprestasi!